
KOLAKA TIMUR – Anggota Komisi I DPRD Kolaka Timur, Santri, bersama masyarakat melakukan gotong royong pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan di ruas penghubung Kecamatan Tinondo, Uluiwoi, dan Ueesi. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus respons atas kondisi infrastruktur yang dinilai belum memperoleh penanganan optimal dari pemerintah daerah.
Santri menyampaikan bahwa ruas jalan tersebut memiliki fungsi yang sangat strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta konektivitas antarwilayah. Oleh karena itu, keberadaan infrastruktur jalan yang layak menjadi prasyarat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, berbagai laporan dan aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak telah berulang kali disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi publik. Namun hingga saat ini, tindak lanjut yang dilakukan masih belum sebanding dengan tingkat urgensi permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan sensitivitas dan responsivitas pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan infrastruktur publik. Jalan merupakan instrumen penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Santri.
Ia menambahkan bahwa kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada meningkatnya biaya transportasi dan distribusi hasil bumi, tetapi juga berimplikasi terhadap aspek keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk beraktivitas.

Kegiatan gotong royong yang dilakukan bersama masyarakat, lanjutnya, merupakan bentuk partisipasi kolektif dalam menjawab kebutuhan mendesak di lapangan. Namun demikian, upaya tersebut tidak dapat dijadikan solusi jangka panjang karena pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur tetap merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik.
“Partisipasi masyarakat adalah modal sosial yang sangat berharga dalam pembangunan daerah. Akan tetapi, kehadiran negara melalui kebijakan dan program pembangunan yang responsif tetap menjadi faktor utama dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Santri berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah-langkah strategis dan terukur dalam menangani kerusakan jalan di wilayah Tinondo, Uluiwoi, dan Ueesi. Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik semata, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat konektivitas wilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kolaka Timur secara berkelanjutan.
